Teknologi Optik Gemini North Rekam Perpecahan Komet C/2025 K1 Menjadi Empat Bagian

1 week ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Teknologi Optik Gemini North Rekam Perpecahan Komet C/2025 K1 Menjadi Empat Bagian Gemini North Abadikan Detik-Detik Fragmentasi Komet C/2025 K1 di Langit Hawaii(space.com)

INTERNATIONAL Gemini Observatory baru saja merilis rangkaian citra krusial yang menangkap detik-detik kehancuran komet C/2025 K1 (ATLAS). Fenomena ini menjadi pusat perhatian komunitas astronomi global setelah komet yang diprediksi akan bersinar terang di langit malam tersebut justru hancur berkeping-keping akibat tekanan termal pasca-perihelion.

Pengamatan Resolusi Tinggi dari Puncak Maunakea

Menggunakan Teleskop Gemini North berdiameter 8,1 meter yang terletak di Hawaii, para ilmuwan berhasil mengabadikan proses fragmentasi inti komet dengan detail yang belum pernah terlihat sebelumnya. Citra yang diambil menggunakan instrumen Gemini North Multi-Object Spectrograph (GMOS) menunjukkan bahwa komet tersebut tidak lagi memiliki inti tunggal yang solid.

Berdasarkan data yang dirilis melalui NOIRLab, komet C/2025 K1 terpecah menjadi setidaknya empat fragmen besar yang saling menjauh. Pecahnya komet ini terjadi setelah objek tersebut melintasi titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion) pada jarak sekitar 50 juta kilometer. Panas ekstrem dari radiasi surya menyebabkan sublimasi es yang masif, menciptakan tekanan internal yang melampaui kekuatan struktural inti komet.

Kronologi Kegagalan Struktur Inti

Komet ATLAS pertama kali ditemukan pada Mei 2025 dan sempat digadang-gadang sebagai "Komet Tahun Ini". Namun, tanda-tanda ketidakstabilan mulai terlihat pada bulan November 2025 ketika kecemerlangannya (magnitudo) tidak meningkat sesuai prediksi, melainkan justru menunjukkan fluktuasi yang aneh.

"Data menunjukkan bahwa fragmen-fragmen tersebut kini terpisah sejauh ribuan kilometer," tulis laporan teknis dari observatorium tersebut. Para astronom menjelaskan bahwa debu dan gas yang dilepaskan selama proses penghancuran ini memberikan pandangan langka ke dalam "fosil" kimiawi dari masa awal pembentukan tata surya yang selama ini terperangkap di dalam inti komet.

Analisis Material Primordial

Meskipun hancurnya komet ini mengecewakan pengamat bintang amatir yang mengharapkan pertunjukan visual di langit, bagi para ilmuwan, ini adalah tambang emas data. Pecahnya inti komet memungkinkan teleskop berbasis darat dan luar angkasa untuk melakukan analisis spektroskopi terhadap material yang terpapar.

Informasi ini sangat penting untuk memahami komposisi Awan Oort, wilayah asal komet ini di pinggiran sistem tata surya kita. Saat ini, fragmen C/2025 K1 terus bergerak menjauh dari pusat tata surya, meredup dengan cepat, dan diperkirakan akan menghilang dari jangkauan teleskop optik dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber: Space.com, NOIRLab, dan IFLScience

Read Entire Article