Sidang Kasus Chromebook: Jaksa Ungkap Ada Grup WA 'Jajanan Pasar’

2 weeks ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Jaksa Penuntut Umum (JPU) tampilkan percakapan isi grup Whatsapp "Jajanan Pasar" pada sidang kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Selasa (20/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Pengadilan Tipikor Jakarta melanjutkan persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek periode 2020–2022 dengan agenda pemeriksaan saksi.

Persidangan ini digelar untuk tiga terdakwa, yakni Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2020–2021 Sri Wahyuningsih; eks konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief; serta eks Direktur SMP Kemendikbudristek Mulyatsyah.

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah Sales Manager PT Bhinneka Mentari Dimensi, Indra Nugraha.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menampilkan bukti percakapan dalam grup WhatsApp yang beranggotakan pihak PT Bhinneka serta mitra Bhinneka dengan nama grup “Jajanan Pasar”.

Suasana sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2019-2022 di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta pada Selasa (20/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

“Bahwa di dalam handphone tersebut ada grup WhatsApp ‘Jajanan Pasar’. Gitu, seperti itu ya saudara saksi?” tanya jaksa di ruang sidang PN Tipikor, Jakarta, Selasa (20/1).

Jaksa mengonfirmasi bahwa percakapan tersebut diambil dari ponsel milik Indra yang sempat disita penyidik. Dalam grup tersebut terungkap bahwa pengadaan Chromebook Kemendikbudristek telah disepakati pada 15 Juni, sementara pengadaan resminya baru diteken pada 30 Juni 2020.

“Pada tanggal 15 Juni 2020 di sini ada percakapan, ‘Ini dari kemarin HP ada yang tanya gue, Cik. Katanya SMP klik di kita.’ Itu tanggal 15 Juni 2020,” ujar jaksa membacakan isi percakapan dalam grup WA tersebut.

“Sementara sudah diketahui klik sejak tanggal 15 Juni 2020, sedangkan klik itu baru terealisasi pada tanggal 30 Juni 2020,” lanjutnya.

Jaksa mengungkapkan bahwa dalam percakapan di grup WA tersebut terdapat banyak istilah terkait proses pengadaan Chromebook Kemendikbudristek.

“Yang menjadi pertanyaan saya, di grup WhatsApp ini banyak istilah-istilah. Tadi sudah dijelaskan, Merah SD, Biru SMP,” ungkap jaksa.

“Kemudian ada lagi istilah ‘udah gatel kayaknya dia mau bertamu ke Senayan’. Yang dimaksud Senayan di dalam chat grup ini untuk siapa? Untuk apa?” lanjutnya.

“Untuk Kemendikbud, Pak,” jawab Indra.

Kasus ini turut menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai terdakwa. Dia disidang secara terpisah.

Nadiem didakwa bersama Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2020–2021, Sri Wahyuningsih; eks konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief; eks Direktur SMP Kemendikbudristek, Mulyatsyah; serta mantan staf khusus Mendikbudristek, Jurist Tan.

Mereka disebut melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada tahun anggaran 2020, 2021, dan 2022 dengan tidak sesuai perencanaan pengadaan serta prinsip-prinsip pengadaan.

Perbuatan Nadiem dkk disebut mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 2.189.276.341.446,74 atau sekitar Rp 2,18 triliun. Nadiem disebut menerima keuntungan sebesar Rp 809 miliar dari perbuatan tersebut.

Terkait keuntungan Rp 809 miliar yang didakwakan, pengacara Nadiem mengklarifikasi bahwa angka tersebut merupakan bagian dari aksi korporasi yang dilakukan oleh PT Aplikasi Ka...

Read Entire Article