Relawan untuk Pengungsi

1 month ago 46
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Relawan untuk Pengungsi (Dok. Instagram)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menggerakkan barisan relawan untuk mempercepat penanganan darurat bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Desk relawan BNPB mencatat sudah ribuan relawan dari ratusan lembaga turun langsung ke lapangan. Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Para relawan itu tersebar di berbagai titik yang membutuhkan penanganan segera. Mereka terlibat dalam distribusi logistik, pengelolaan dapur umum, operasi pencarian dan pertolongan, pembukaan serta perbaikan jalur yang terputus, pemulihan psikososial, hingga pelayanan kesehatan.

The Global Foreign Medical Teams (FMT) menetapkan standar minimum dan registrasi untuk relawan kesehatan internasional. Kegiatan yang bertema Building a global emergency workforce ready to go itu telah diluncurkan pada Jumat, 10 April 2015. Sistem ini memungkinkan adanya respon yang lebih efektif dan koordinasi dengan lebih baik, antara negara penyedia dan penerima bantuan relawan kesehatan.

TANGGAP DARURAT

Dalam gerakan tanggap darurat sebelumnya, termasuk bencana gempa bumi di Haiti dan tsunami Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Aceh pada 2004, beberapa tim relawan kesehatan asing datang ke lokasi, tanpa memberi tahu pihak berwenang lokal dan tidak berkoordinasi dengan tim kesehatan internasional lainnya.

Meskipun mereka sebenarnya memiliki niat baik, kadang para relawan tersebut tidak memiliki pengetahuan yang memadai, keterampilan yang tepat, tidak terbiasa dengan standar sistem internasional, atau membawa peralatan yang tidak pantas, serta tidak sesuai atau tidak layak dengan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Sistem yang dikembangkan oleh WHO selama masa tanggap darurat sebelumnya ialah untuk bencana wabah ebola di Afrika Barat yang melibatkan hampir 60 tim relawan kesehatan asing, yang dikirim oleh 40 organisasi. Negara yang mengirim relawan di 72 pusat pengobatan ebola di 3 negara di Afrika Barat, meliputi Australia, Tiongkok, Kuba, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Ethiopia, Perancis, Jerman, Kenya, Korea, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Rusia, Afrika Selatan, Swedia, Uganda, Inggris, dan Amerika Serikat.

Perawatan pasien ebola di berbagai negara ini mengingatkan kita semua akan perlunya pengetahuan medis yang harus selalu diperbaharui dan peralatan kesehatan yang modern karena para relawan kesehatan juga memiliki risiko besar tertular wabah.

Setiap dokter, perawat, atau paramedis yang datang dari negara lain dalam keadaan darurat medis wajib datang sebagai sebuah tim relawan. Tim itu harus memiliki kualitas, pelatihan, dan peralatan atau perlengkapan yang memadai sehingga dapat merespons masalah dengan baik, bukan malahan menjadi beban bagi sistem kesehatan nasional setempat. Tim harus bekerja secara swasembada, memberikan perawatan kesehatan yang berkualitas dan memenuhi standar minimum yang dapat diterima secara internasional.

Tim relawan kesehatan dapat berasal dari instansi pemerintah, LSM, militer, dan organisasi nirlaba internasional seperti Palang Merah Internasional atau Bulan Sabit Merah. Relawan wajib terlatih, bekerja sesuai dengan standar minimum internasional, datang dan bekerja secara mandiri sehingga tidak membebani sistem kesehatan nasional setempat.

Tujuan registrasi tim relawan kesehatan ialah meningkatkan kualitas pelayanan yang disediakan, meningkatkan koordinasi, dan memberikan respons tepat waktu kepada negara yang terkena dampak bencana. Selain itu, sebagai forum peningkatan kualitas, dengan mengembangkan standar minimum dan bimbingan praktik terbaik, juga menciptakan sebuah forum untuk interaksi antara penyedia tim dan negara penerima, termasuk memungkinkan negara untuk menginformasikan kepada tim, tentang standar pelayanan (SOP) dan persyaratan untuk akses ke negara mereka dalam keadaan darurat, misalnya aturan tentang impor obat dan alat kesehatan, pendaftaran dokter, dan lainnya.

Sejarah tim relawan kesehatan memang berhubungan dengan kasus trauma atau luka dan berfokus pada tindakan bedah. Namun, wabah ebola telah membuktikan bahwa diperlukan juga ketrampilan medis dalam penanggulangan wabah penyakit nonbedah. Wabah ebola merupakan kegiatan penyebaran tim terbesar untuk sebuah wabah penyakit, yaitu mencapai 58 tim, bandingkan dengan 151 tim saat terjadi topan Haiyan di Filipina pada November 2013 dan hampir 300 tim saat terjadi gempa bumi di Haiti.

Dengan kasus bencana wabah ebola, persyaratan tim relawan kesehatan untuk tanggap darurat kesehatan meningkat lebih luas dari yang dibutuhkan selama ini, yaitu keterampilan dalam kasus trauma dan bedah. Ke depan, keterampilan relawan medis juga harus mencakup kemampuan untuk merawat korban penyakit seperti kolera, shigella dan ebola, serta tim untuk mendukung masyarakat yang terkena dampak banjir, konflik bersenjata, dan krisis kemanusiaan berkepanjangan seperti kelaparan.

BEKERJA SESUAI DENGAN PEDOMAN

Tim relawan bekerja sesuai dengan pedoman dalam Classification and Minimum Standards for Foreign Medical Teams. Klasifikasi dan standar minimum ini diterbitkan pada pertengahan 2013 yang untuk pertama kalinya digunakan pada November 2013 saat bencana topan Haiyan di Filipina. Kementerian Kesehatan Filipina telah mengoordinasikan penyebaran 151 tim relawan dengan baik dan bahkan mampu menemukan sistem dan klasifikasi yang baru sesuai dengan tujuan pengerahan relawan kesehatan.

Tercatat sudah ribuan relawan dari ratusan organisasi sudah berada di di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Jumlah tersebut terus meningkat. Setiap orang diingatkan untuk tergerak menjadi relawan bagi para pengungsi, tetapi seharusnya terkoordinasi dengan baik. Sudahkah kita siap?

Read Entire Article