MK Kembali Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Tegaskan Konsistensi Konstitusional

5 days ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
MK Kembali Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Tegaskan Konsistensi Konstitusional Ilustrasi--Sidang di Mahkamah Konstitusi(ANTARA/Reno Esnir)

MAHKAMAH Konstitusi (MK) resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. 

Gugatan yang teregistrasi dengan nomor perkara 212/PUU-XXIII/2025 ini diajukan Muhamad Anugrah Firmansyah dengan tujuan agar pernikahan beda agama mendapatkan kepastian hukum di Indonesia.

Dalam sidang pembacaan putusan yang digelar di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta, Ketua MK Suhartoyo menegaskan bahwa pokok permohonan tersebut tidak memiliki landasan hukum yang kuat untuk dikabulkan. 

"Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya," ujar Suhartoyo dalam persidangan yang dipantau secara daring, Senin (2/2).

Konsistensi Putusan Terdahulu

Dalam pertimbangan hukumnya, Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur menjelaskan bahwa isu yang dipersoalkan oleh Pemohon pada dasarnya berkaitan dengan keabsahan perkawinan. 

Mahkamah menegaskan bahwa sikap hukum MK terkait masalah ini telah konsisten dan pernah diputuskan dalam rangkaian perkara serupa sebelumnya.

MK merujuk pada Putusan Nomor 68/PUU-XII/2014, yang kemudian dipertegas kembali dalam Putusan Nomor 24/PUU-XX/2022 serta Putusan Nomor 146/PUU-XXII/2024. 

Mahkamah menilai, meskipun Pemohon saat ini mengajukan argumentasi yang berbeda, substansi yang digugat tetap sama, yakni konstitusionalitas syarat sah perkawinan.

Oleh karena itu, Mahkamah menyatakan bahwa pertimbangan hukum dalam putusan-putusan terdahulu berlaku secara mutatis mutandis atau berlaku dengan perubahan yang diperlukan. 

Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.

Persoalan SEMA 2/2023

Terkait dalil Pemohon yang menyinggung Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023, MK menyatakan hal tersebut bukan merupakan kewenangan mereka. 

Pemohon menilai SEMA tersebut mempertegas hambatan bagi pasangan beda agama, namun MK menegaskan bahwa substansi pengaturan dalam SEMA bukan merupakan objek yang dapat dinilai oleh Mahkamah Konstitusi.

"Dengan demikian, dalil Pemohon adalah tidak beralasan menurut hukum," ucap Hakim Ridwan.

Latar Belakang Gugatan

Perkara ini bermula saat Muhamad Anugrah Firmansyah, seorang warga negara beragama Islam, merasa hak konstitusionalnya dirugikan. Ia mengaku telah menjalin hubungan selama dua tahun dengan seorang perempuan beragama Kristen dan berkomitmen untuk menikah. Namun, niat tersebut terbentur oleh aturan dalam Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan.

Pasal tersebut berbunyi: "Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu". 

Menurut Pemohon, pasal ini sering dimaknai sebagai larangan pencatatan perkawinan bagi pasangan beda agama, seolah-olah hanya perkawinan seagama yang diakui oleh negara.

Meski demikian, putusan MK ini tidak diambil secara bulat. Terdapat satu dissenting opinion (perbedaan pendapat) dari Hakim Konstitusi Guntur Hamzah. 

Dalam pandangannya, Guntur berpendapat bahwa Pemohon sebenarnya tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing), sehingga permohonan tersebut seharusnya dinyatakan tidak dapat diterima sejak awal. (Ant/Z-1)

Read Entire Article