MenPPPA soal Siswa SD Bunuh Diri: Anak Butuh Didengarkan, Berhak Merasa Aman

2 days ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Menteri PPPA, Arifah Fauzi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakpus pada Senin (18/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menyebut wafatnya bocah kelas empat SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, harus menjadi peringatan serius bagi negara untuk memastikan anak-anak mendapatkan ruang yang aman.

Setiap anak, baik laki-laki dan perempuan, berhak untuk didengar dan terlindungi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Peristiwa ini perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Anak laki-laki juga memiliki kerentanan yang sering kali tidak terlihat karena konstruksi sosial yang membatasi mereka untuk mengekspresikan emosi dan meminta bantuan,” ujar Arifah dalam keterangannya, Rabu (4/2).

“Anak dan remaja laki-laki, sama seperti halnya anak dan remaja perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengutarakan keluhan di sekolah atau masalah pertemanan mereka. Mereka juga butuh untuk didengarkan. Anak laki-laki berhak merasa aman untuk berbicara dan meminta bantuan,” lanjutnya.

Menurut Arifah, tragedi tersebut tidak bisa dilihat sebagai kasus tunggal, melainkan mencerminkan masih lemahnya sistem perlindungan anak di sejumlah daerah.

Ia menilai peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemerintah pusat dan daerah untuk meninjau ulang implementasi kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penguatan sistem perlindungan anak melalui implementasi kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) sangat diperlukan untuk memastikan setiap anak di Indonesia dapat mengikuti pendidikan dengan baik, bersekolah dengan aman dan nyaman,” jelas Arifah.

“Belajar dari kasus ini, kami mendorong Kabupaten/Kota untuk memastikan kebijakan KLA dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan,” sambung dia.

Kementerian PPPA melalui layanan SAPA 129 telah berkoordinasi dengan UPTD PPPA Kabupaten Ngada untuk menangani dampak psikologis akibat peristiwa tersebut. Namun, pendampingan bagi keluarga korban belum berjalan optimal karena belum adanya psikolog klinis di daerah tersebut.

KemenPPPA mendorong Pemerintah Daerah Ngada untuk segera merekrut psikolog klinis yang dapat ditempatkan di rumah sakit daerah, UPTD PPPA, serta puskesmas guna memperkuat layanan kesehatan mental dan perlindungan bagi anak dan perempuan, termasuk korban kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Arifah juga menyoroti kerentanan anak laki-laki yang kerap luput dari perhatian publik dan sistem perlindungan.

“Data SIMFONI-PPA menunjukkan bahwa banyak anak laki-laki memilih diam karena stigma dan rasa takut. Kondisi ini menegaskan bahwa perlindungan anak harus inklusif dan responsif terhadap kebutuhan korban tanpa membedakan jenis kelamin,” ujar Arifah.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA), sepanjang 2025 tercatat lebih dari 6.000 anak laki-laki menjadi korban kekerasan fisik, psikis, dan seksual.

Untuk mencegah kasus serupa, KemenPPPA terus mendorong penguatan maskulinitas positif agar anak dan remaja laki-laki memiliki ruang aman untuk mengekspresikan emosi dan mencari pertolongan.

Selain itu, Arifah juga meminta sekolah dasar memperkuat sistem deteksi dini serta mengajak masyarakat aktif melaporkan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Layanan SAPA 129.

Read Entire Article