Menjaga Fosil Hidup, Mengurai Urgensi Konservasi Ilmiah dalam Pelepasliaran Belangkas

1 week ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Menjaga Fosil Hidup, Mengurai Urgensi Konservasi Ilmiah dalam Pelepasliaran Belangkas Barang bukti belangkas yang disita Bea Cuka Teluk Nibung, Sumatra Utara.(ANTARA/HO-Bea Cukai Teluk Nibung.)

MARAKNYA kasus perdagangan ilegal belangkas (horseshoe crab) di wilayah pesisir Indonesia menjadi sinyal merah bagi kelestarian satwa purba ini. Meski penindakan hukum sering kali berakhir dengan aksi pelepasliaran ratusan individu ke alam, proses tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof. Yusli Wardiatno, menegaskan bahwa pemulihan populasi belangkas harus berbasis kajian ilmiah yang matang. 

Menurutnya, kesalahan dalam prosedur pelepasliaran justru berisiko memicu dampak ekologis baru yang merugikan ekosistem pesisir.

"Pelepasliaran belangkas bukan sekadar memindahkan satwa dari tempat penampungan ke laut, tetapi merupakan bagian dari proses konservasi yang harus mempertimbangkan aspek biologis, ekologis, dan teknis secara terpadu," tegas Prof. Yusli.

Aspek Kesehatan dan Ekologi Habitat

Dari sisi biologis, kesehatan individu adalah harga mati. Belangkas yang dilepasliarkan wajib dalam kondisi fisik yang prima, bebas dari luka serius, infeksi, maupun stres fisiologis. 

Kondisi ini menjadi faktor penentu apakah satwa mampu bertahan hidup di lingkungan liar.

"Ukuran tubuh dan fase hidup juga penting diperhatikan. Individu yang masih terlalu kecil atau berada dalam kondisi lemah memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah ketika dilepasliarkan ke lingkungan alami," jelasnya lebih lanjut.

Selain kondisi fisik, ketepatan pemilihan lokasi menjadi kunci. Habitat baru harus memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan alami belangkas, mulai dari jenis substrat dasar perairan, tingkat salinitas, kedalaman, hingga dinamika arus dan gelombang. 

Pemilihan waktu pelepasliaran pun harus diselaraskan dengan periode aktivitas alami satwa agar proses adaptasi berjalan optimal.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Prof. Yusli juga mengingatkan agar pelepasliaran dalam jumlah besar tidak melampaui daya dukung ekosistem setempat. Jangan sampai kehadiran belangkas baru justru menjadi beban bagi organisme bentik lain yang sudah ada.

Hal krusial lainnya adalah aspek genetika. Pencampuran populasi dari lokasi geografis yang berbeda tanpa kajian mendalam dapat merusak struktur genetik populasi lokal. 

Oleh karena itu, keberhasilan konservasi tidak lagi diukur dari kuantitas satwa yang dilepas, melainkan dari kemampuan mereka menjalankan fungsi ekologisnya kembali.

Pemantauan dan Kemitraan Strategis

Sebagai praktik konservasi yang bertanggung jawab, kegiatan ini tidak berhenti saat satwa menyentuh air. Pemantauan pascapelepasliaran melalui survei berkala sangat diperlukan untuk memantau keberadaan individu dan keberhasilan reproduksi di alam.

"Pemantauan pascapelepasliaran merupakan bagian integral dari konservasi. Kegiatan ini perlu dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga konservasi, dan masyarakat pesisir," ujar Prof. Yusli.

Pada akhirnya, pencegahan perdagangan ilegal membutuhkan solusi jangka panjang yang mengintegrasikan penegakan hukum, riset, dan edukasi publik. Masyarakat pesisir tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus diposisikan sebagai mitra garda depan.

"Dengan pemahaman yang baik tentang nilai ekologis dan status perlindungan belangkas, upaya pelestarian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," pungkasnya. (Z-1)

Read Entire Article