Komnas HAM Desak Aparat Usut Tuntas Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah

5 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Komnas HAM Desak Aparat Usut Tuntas Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah Korban pelanggaran HAM, Saudah, mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).(Antara)

KETUA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Anis Hidayah, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami Saudah (68), warga lansia asal Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Saudah menjadi korban penganiayaan dan persekusi oleh kelompok pekerja tambang emas tanpa izin (PETI).

Anis menegaskan bahwa rangkaian kekerasan, intimidasi, hingga dugaan pengusiran secara adat yang dialami korban merupakan potret buram pelanggaran HAM yang lahir dari konflik pengelolaan sumber daya alam.

"Kekerasan, persekusi, dan dugaan pengusiran yang dialami Nenek Saudah akibat konflik tambang emas merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang nyata," ujar Anis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).

Anis mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih dalam menangani kasus ini. Ia menekankan pentingnya pengusutan tuntas terhadap seluruh aktor yang terlibat guna memutus rantai impunitas di sektor pertambangan ilegal yang kerap memicu konflik horizontal.

"Kami mendesak penanganan kasus ini dilakukan secara tepat, adil, dan profesional. Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelaku penganiayaan agar preseden buruk ini tidak terulang kembali di masa depan," tegasnya.

Lebih lanjut, Anis mengaku prihatin atas kondisi kesehatan korban yang kian memprihatinkan. Saudah dilaporkan masih mengeluhkan gangguan kesehatan fisik berupa sakit kepala hebat serta trauma psikis yang mendalam pasca-kejadian.

Negara, lanjut Anis, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk segera melakukan langkah pemulihan komprehensif, baik dari sisi medis maupun psikososial.

"Negara berkewajiban menghentikan pertambangan ilegal dan memulihkan kerusakan lingkungan. Yang tak kalah penting adalah melindungi warga dari segala bentuk intimidasi dan persekusi yang lahir dari karut-marut tata kelola sumber daya alam," pungkas Anis. (Faj/I-1)

Read Entire Article