KemenHAM Nilai Langkah Yudisial Tetap Masuk dalam Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat

1 month ago 25
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
KemenHAM Nilai Langkah Yudisial Tetap Masuk dalam Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat ilustrasi(MI)

PEMERNTAH menegaskan bahwa penyelesaian yudisial tetap menjadi bagian penting dalam Peta Jalan Menuju Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM yang Berat, meski pelaksanaannya sepenuhnya berada di tangan aparat penegak hukum dan lembaga peradilan. 

Melalui peta jalan tersebut, negara berupaya memberikan arah dan pilihan langkah hukum yang dapat ditempuh tanpa mengintervensi kewenangan institusi pro-justisia.

Direktur Jenderal Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kementerian HAM, Munafrizal Manan, menegaskan bahwa kementeriannya tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri proses hukum yang berjalan.

“Kalau penyelesaian secara yudisial, itu kan masuk ranah pro-justisia yang kewenangannya ada pada aparat penegak hukum dan hakim. Kementerian HAM tentu tidak mengintervensi proses pelaksanaannya,” kata Munafrizal dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/12)

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa peta jalan yang diluncurkan pemerintah memuat skema dan langkah-langkah yudisial yang dapat ditempuh sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

“Dalam konteks peta jalan ini, kami menyebutkan langkah-langkah yang bisa ditempuh oleh aparat penegak hukum dan pengadilan. Jadi, dalam skema penyelesaian yudisial menurut undang-undang tahun 2000 itu, pilihan-pilihannya seperti apa, itu tercantum di dalam dokumen peta jalan,” ujarnya.

Munafrizal menambahkan, penyusunan peta jalan ini melibatkan berbagai lembaga yang memiliki keterkaitan langsung dengan proses yudisial, seperti Komnas HAM, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Harapannya, dengan adanya peta jalan ini, lembaga-lembaga tersebut bisa mengambil langkah nyata atau take action dalam mendorong penyelesaian yudisial,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian yudisial tidak selalu harus dimaknai secara sempit sebagai proses persidangan di pengadilan HAM.

“Menurut Undang-Undang Pengadilan HAM, penyelesaian yudisial itu tidak terbatas hanya pada persidangan. Ada langkah-langkah lain yang juga tersedia di dalam kerangka hukum tersebut,” ujar Munafrizal.

Munafrizal turut menyinggung pengalaman sejumlah pejabat di Kementerian HAM yang sebelumnya terlibat langsung dalam penyelidikan kasus pelanggaran HAM berat di Komnas HAM, termasuk 12 kasus yang hingga kini belum tuntas.

“Kami ini kebetulan adalah orang-orang yang dulu pernah di Komnas HAM dan ikut melakukan penyelidikan untuk kasus-kasus yang berbeda, termasuk 12 kasus yang belum selesai. Jadi kami memahami betul isi dan substansi hasil penyelidikan tersebut,” katanya.

Menurutnya, pengalaman itu diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam mendorong penyelesaian yang lebih final melalui jalur yudisial.

“Harapannya, dengan adanya peta jalan ini, kami bisa ikut mendorong ke arah penyelesaian yang lebih final, supaya kita tidak terus tersandera menjadi beban sejarah dari generasi ke generasi,” ujar Munafrizal. (Dev/P-3) 

Read Entire Article