Indeks HAM 2025: Setara Institute Sebut Kebebasan Berekspresi Kembali Jadi yang Paling Rendah

1 month ago 28
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Setara Institute Sebut Kebebasan Berekspresi Kembali Jadi yang Paling Rendah Setara Institute merilis Indeks Hak Asasi Manusia (HAM) 2025,(Setara Institute)

SETARA Institute merilis Indeks Hak Asasi Manusia (HAM) 2025, yang menilai pemenuhan HAM di Indonesia melalui 11 indikator pada dua bidang: hak sipil dan politik (sipol) serta hak ekonomi, sosial, dan budaya (ekosob). Penilaian menggunakan skala 1-7, di mana 1 menunjukkan pemenuhan sangat rendah dan 7 sangat tinggi.

Pada 2025, skor rata-rata seluruh variabel tercatat 3,0, turun tipis dari 3,1 pada 2024. Penurunan ini menegaskan bahwa komitmen pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat HAM, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita 1, belum teruji dalam tahun pertama masa kepemimpinannya.

Kebebasan Berekspresi Jadi Indikator Terlemah

Indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat kembali menempati posisi terendah dengan skor 1,0, menunjukkan kondisi ruang kebebasan publik yang semakin mengkhawatirkan.

"Skor pada indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat masih bertahan sebagai indikator dengan skor yang paling rendah pada tiap tahunnya. Capaian yang hanya menyentuh 1,0 pada indikator ini mengindikasikan rendahnya kualitas freedom of expression sekaligus masifnya upaya pengkerdilan ruang-ruang sipil," kata Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12). 

Setara Institute mengaitkan rendahnya skor ini dengan berbagai bentuk pembatasan, seperti represi terhadap aksi massa, teror dan intimidasi kepada jurnalis, kriminalisasi berbasis UU ITE, serta intervensi terhadap kebebasan akademik.

Indikator hak atas keadilan yang mencatat skor 3,1 menggambarkan situasi penegakan keadilan yang semakin mundur. Setara menilai, pemutihan dosa masa lalu melalui rencana penulisan ulang sejarah dengan mengabaikan fakta pelanggaran HAM 1998, pelanggengan impunitas melalui penetapan Presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional, hingga represi terhadap banyaknya pembela HAM, merupakan bukti rendahnya komitmen penegakan hak atas keadilan. 

Menurut Setara, absennya peran substantif Kementerian HAM menunjukkan bahwa lembaga tersebut lebih berfungsi sebagai instrumen pencitraan, bukan ujung tombak penegakan HAM.

"Ini semakin menguatkan bahwa Kementerian HAM hanyalah sekadar institusionalisasi HAM yang dilakukan Presiden Prabowo untuk mendistraksi publik dan membangun persepsi bahwa Presiden memiliki komitmen kuat dalam pemajuan HAM, tanpa memastikan lembaga ini benar-benar bekerja optimal sebagai ujung tombak dalam menjalankan tanggung jawab negara dalam jaminan penghormatan dan pemenuhan hak asasi manusia," tulisnya.

Pada indikator hak turut serta dalam pemerintahan, skor 3,0 dinilai mencerminkan adanya langkah progresif negara. Salah satunya terlihat dari Putusan MK No. 62/PUU-XXII/2024 yang menghapus ambang batas persentase minimal pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold. Putusan yang dibacakan pada Januari 2025 itu dinilai membuka peluang memutus dominasi partai besar dalam presidential threshold.

"Putusan itu menjadi harapan baru untuk memutus hegemoni partai dalam presidential threshold yang selama ini didominasi oleh partai-partai besar dan sarat akan politik transaksional," kata Halili.

Hak Pendidikan Jadi Skor Tertinggi

Sementara itu, pada variabel hak ekosob, indikator hak atas pendidikan menyumbang skor paling tinggi terhadap capaian variabel ini, yaitu sebesar 4,3. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 3/PUU-XXII/2024 yang menegaskan pembebasan pemungutan biaya pendidikan SD-SMP menjadi satu bentuk progresi untuk meningkatkan partisipasi pendidikan dasar dan memperluas aksesibilitas serta akomodasi terhadap pendidikan yang inklusif. 

"Kebijakan kenaikan tunjangan guru melalui Peraturan Presiden No. 79 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Agama No. 4 Tahun 2025 merupakan itikad baik pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui pemberdayaan guru sebagai ujung tombak dalam proses pembelajaran," kata Halili.  

Dalam hal pendidikan tingkat ketiga, program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) juga menjadi ikhtiar pemerintah untuk meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi yang masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan SDM Indonesia.

Sementara itu, indikator hak atas kesehatan mencatat skor 3,6, menandakan perlunya perbaikan menyeluruh. Deforestasi yang membuat Indonesia menjadi negara dengan tingkat kehilangan hutan terbesar kedua di dunia, serta bencana banjir bandang di Aceh dan Sumatra, menjadi contoh nyata lemahnya pengelolaan lingkungan hidup.

Capaian skor hak atas pekerjaan dalam Indeks HAM 2025 sebesar 3,4 menandakan bahwa sekalipun negara telah mengonsolidasikan upaya-upaya sebagai bentuk agregat pemenuhan hak atas ekonomi, namun fakta di lapangan menunjukkan masih besarnya pekerjaan negara dalam menghadirkan kesejahteraan melalui pemenuhan hak atas pekerjaan. 

"1,27 juta pekerja anak, 462.241 kecelakaan kerja, perdagangan orang, hingga kekerasan pada pekerja-pekerja informal, merupakan tantangan besar bagi negara dalam memastikan tidak hanya pemenuhan atas pekerjaan, namun perlindungan hak-hak pekerja secara holistik," kata Halili.

Desakan Kepada Pemerintah

Secara keseluruhan, variabel hak Ekosob meraih skor 3,2, sementara hak Sipol hanya 2,8. Kondisi ini menjadi alarm penting mengenai buruknya penghormatan hak sipil dan politik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

Atas temuan tersebut, Setara Institute mendesak Presiden Prabowo untuk memperkuat politik pemajuan HAM melalui pengesahan sejumlah RUU yang progresif terhadap pemajuan HAM. Selain itu pemerintah perlu melakukan tinjauan ulang terhadap kebijakan dan program-program yang kontraproduktif dengan HAM untuk memastikan ketidakberulangan peristiwa pelanggaran HAM. (P-4)

Read Entire Article