DPR Tolak Keras Wacana Penunjukan Kapolri Tanpa Persetujuan Legislatif

1 month ago 24
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
DPR Tolak Keras Wacana Penunjukan Kapolri Tanpa Persetujuan Legislatif Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo(Istimewa)

Wacana pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) oleh Presiden secara langsung tanpa melalui mekanisme persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menuai penolakan keras dari parlemen. 

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menilai usulan tersebut bertentangan dengan prinsip negara hukum dan demokrasi konstitusional yang diamanatkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Usulan atau wacana yang sedang berkembang terkait pengisian jabatan Kapolri yang tidak melalui mekanisme persetujuan (fit and proper) DPR merupakan bentuk keabsenan terhadap pemaknaan mendalam kita tentang konsep negara hukum dan negara demokrasi,” kata Rudianto, Jumat (12/12).

Politikus Partai NasDem itu menjelaskan, Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945 mewajibkan adanya mekanisme check and balance antara cabang kekuasaan, yakni eksekutif dan legislatif. Dalam konteks pengangkatan Kapolri, DPR berperan strategis sebagai wakil rakyat untuk memberikan legitimasi konstitusional.

“Fungsi pengawasan DPR adalah manifestasi kedaulatan rakyat. Setiap alat negara harus melalui validasi konstitusional,” tegasnya.

Rudianto menyebut fit and proper test sebagai “bandul” utama yang menjaga keseimbangan kekuasaan dalam sistem demokrasi. Ia menegaskan, peran DPR tidak boleh dihilangkan atau direduksi maknanya.

Wacana ini sebelumnya dilontarkan oleh mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da’i Bachtiar di Gedung Kementerian Sekretariat Negara pada Rabu (10/12). Da’i berpandangan bahwa pemilihan Kapolri seharusnya menjadi hak prerogatif Presiden sepenuhnya tanpa melibatkan forum politik di DPR.

“Tidakkah sepenuhnya kewenangan prerogatif seorang Presiden memilih calon Kapolri dari persyaratan yang dipenuhi dari Polri itu sendiri? Tidak perlu membawa ke forum politik melalui DPR,” ujar Da’i.

Meskipun mengakui fit and proper test bertujuan baik untuk kontrol, Da’i khawatir mekanisme tersebut memunculkan beban politis bagi Kapolri terpilih.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Rudianto Lallo menegaskan bahwa jika terdapat kelemahan dalam pelaksanaan fit and proper test, perbaikan harus dilakukan pada mekanismenya, bukan dengan meniadakan peran DPR.

“Jika ada kelemahan, perbaikannya adalah memperkuat mekanismenya, bukan menghilangkan mandat konstitusional DPR,” pungkas Rudianto. (P-5)

Read Entire Article