Ancaman Kesehatan Mental hingga Preeklamsia Mengintai Remaja di Balik Pernikahan Dini

1 month ago 22
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ancaman Kesehatan Mental hingga Preeklamsia Mengintai Remaja di Balik Pernikahan Dini Siswa dilibatkan sebagai peer educator dalam pelatihan penguatan ketahanan remaja dari kerentanan pernikahan usia anak di SMPN 12 Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/12).(Istimewa)

PERNIKAHAN usia anak masih menjadi ancaman laten bagi keberlanjutan pembangunan manusia di Indonesia. Berbagai riset menunjukkan praktik ini meningkatkan risiko kesehatan reproduksi, masalah kesehatan mental, memicu putus sekolah, hingga memperbesar kemungkinan kemiskinan antargenerasi.

Hal itu mengemuka dalam pelatihan penguatan ketahanan remaja dari kerentanan pernikahan usia anak yang diadakan oleh Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI), Rabu (10/12).

Dalam pelatihan bertajuk “Membangun Masa Depan Keluarga Muda yang Bahagia Berbasis Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah” di SMPN 12 Kota Bogor, dr. Mairunzi, Sp.OG dari POGI-IDI Kota Bogor menjelaskan risiko medis pada kehamilan remaja.

Ia mengatakan risiko kesehatan fisik yang serius seperti anemia, preeklamsia, hingga gangguan mental menjadi ancaman nyata yang mengintai remaja yang memutuskan menikah di usia anak. Dampak ini bukan hanya merenggut kesehatan, tetapi juga memutus keberlanjutan pendidikan, dan mengancam stabilitas ekonomi keluarga di masa depan.

Dari sisi psikologis, psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI) Inna Mutmainnah memaparkan bahwa perkembangan kognitif dan emosional remaja belum matang untuk memikul tanggung jawab pernikahan.

Hal ini diperkuat Guru Besar UI sekaligus pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, yang memaparkan studi kasus dampak pernikahan dini terhadap kemerosotan pendidikan, kesehatan mental, hingga instabilitas ekonomi yang rentan memicu konflik rumah tangga.

Karenanya, Lydia menegaskan pentingnya memperkuat kapasitas remaja sebelum memasuki jenjang kehidupan keluarga. “Mencegah pernikahan dini berarti menyelamatkan masa depan remaja, keluarga, dan bangsa. Edukasi lintas disiplin harus diberikan sedini mungkin agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Isu finansial dan agama juga tak luput dibahas. Praktisi yang juga dosen di IPB University menekankan kesiapan finansial dan risiko ekonomi yang dapat muncul pada pasangan muda yang belum produktif. Sementara itu, Nilmayetti dari Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat dan MUI memaparkan nilai Islam dalam pembentukan keluarga serta pentingnya kedewasaan sebelum menikah.

Pelatihan yang melibatkan 45 siswa kelas 9 sebagai peer educator dikemas dalam tiga sesi seminar multidisiplin ini diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai kesehatan reproduksi, literasi finansial, perencanaan masa depan, serta penundaan usia pernikahan hingga dewasa. (B-3)

Read Entire Article